nylonlarch24

 Location: Lower Peachtree, South Dakota, United States

 Address:

 Website: https://controlc.com/60a6b08c

 User Description: Sariagri - Bawang merah menjadi salah satunya bahan khusus bumbu beberapa masakan nusantara. Mulai dengan rumah tangga, pedagang sayur, sampai aktor usaha kulineran butuh bawang merah sehari-harinya.Keinginan yang tinggi itu nyatanya jadi kesempatan usaha buat Aditya Nugroho (22), seseorang pemuda asal Grobogan, Jawa tengah. Mahasiswa tingkat akhir jalur Ekonomi serta Sumberdaya Lingkungan, IPB University ini sudah oke menjalani pekerjaan menjadi petani bawang merah.Udah 1 tahun lebih Adit, panggilan akrabnya, tekuni tugas sebagai petani bawang merah. Lebih persisnya waktu endemi COVID-19 mulai berlangsung dan perkuliahan dikerjakan secara online, Adit pulang ke desa halaman serta memulai menanam bawang merah."Sebab saya tonton kemungkinan , bawang merah punyai nilai ekonomi tinggi dan jadi kepentingan yang terbanyak dipakai. Selain itu, sebab saya saksikan beberapa petani di sini yaitu orang-tua, itu jadi kemungkinan untuk saya jadi petani muda serta menurut saya pertanian itu upaya yang tidak ada batasnya," kata Adit terhadap Sariagri, Jumat (13/8). Bawang Merah Adit mengutarakan, pada mulanya ia menanam bawang di area selebar 8000 mtr. persegi serta saat ini area garapannya telah sampai 2 hektar."Mulanya saya urus 8000 mtr., saat ini Alhamdulillah telah 2 hektar," tukasnya.Ia ceritakan, untuk menanam bawang merah di area selebar 2 hektar perlu modal sebesar Rp 130 juta, serta dalam kurun waktu 2 bulan ia dapat mendapat laba kira-kira Rp200 - Rp300 juta bergantung harga yang berlangsung pada waktu panen."Di tempat 2 hektar saya gunakan bibit bawang merah sekitar 2,5 ton. Disana kelak hasilnya dapat sampai 20 ton bawang merah. Harga bawang merah paling rendah pada tingkat petani rata-rata kira-kira Rp 10 ribu serta dapat capai RP 25 beberapa ribu jika benar-benar kembali mahal," ujarnya.Adit sebutkan, varietas bawang merah yang ditanamnya sebagai varietas lokal Brebes yang menurut dia punya keunggulan dalam kualitas dan rasa. Ia juga memaparkan rahasia untuk mengirit ongkos keperluan bibit yakni dengan membuat bibit sendiri."Saya pun bibitin sendiri, karenanya bibit sendiri dapat pencet cost buat keperluan bibit sampai lebih dari pada 50 prosen," jelasnya.Selanjutnya, Dia ceritakan, hal paling berat dalam budidaya bawang merah yakni pengontrolan hama serta penyakit. Menurutnya, perawatan tanaman kepada gempuran penyakit di tanaman bawang merah supaya lebih mendalam ketimbang tanaman yang lain, terpenting saat musim penghujan datang."Kalaupun musim penghujan kan banyak gempuran jamur, nach harus rajin nyemprot serta kontrol kelembapan tempat," terangnya.Adit mengharap, di hari esok dapat makin banyak angkatan muda yang pengen terjun langsung jadi seorang petani. Ia berkeinginan sehabis lulus terus akan meneruskan kariernya jadi petani dan memperlebar area garapannya. Tidak hanya itu, ia juga rencana pengin menambahkan model usahanya pada pemrosesan bawang merah, terutamanya kepada bawang merah yang memiliki ukuran kecil yang sekian lama ini dikelompokkan menjadi barang reject."Kalaupun kita dapat atur pun yang kecil serta beberapa sisa itu menjadi bawang goreng kan karenanya tidak ada yang kebuang serta dapat menambahkan keuntungan. Saya berharap anak muda makin bertambah yang pengen menjadi petani, sebab di pertanian itu amat memberi keuntungan jika diurus secara benar," tangkisnya.

Latest listings